Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dunia Wanita

Padu Padan Busana Bercorak: Biar Nggak Jadi “Tabrak Lari” di Mata

Kita semua pasti pernah melihat, atau mungkin tanpa sadar menjadi orang yang tampil dengan busana “tabrak lari”. Misalnya, atasan garis-garis, bawahan bunga-bunga, dan kerudung polkadot warna mencolok. Hasilnya? Dari jauh sudah tampak “ramai”. Dari dekat, mata bingung mau fokus ke mana dulu. Padahal, memadukan busana bercorak itu bisa banget terlihat keren, elegan, dan tetap enak dipandang asal tahu cara mainnya. Menurut Mary G. Wolfe (2000) dalam bukunya Fashion! , motif bukan sekadar hiasan di kain, tapi juga bahasa visual. Motif bunga biasanya memberi kesan lembut dan feminin, garis-garis terasa tegas dan modern, sedangkan motif etnik seperti batik atau tenun punya makna filosofis yang dalam. Artinya, setiap corak itu “berbicara”. Nah, kalau semuanya berbicara keras-keras dalam satu waktu, jadinya bukan percakapan indah, tapi debat tanpa arah. Contohnya, seorang teman bernama Dinda (bukan nama sebenarnya) datang ke acara kampus dengan blus floral besar-besar, rok bergaris warna-warn...

Bisa Memasak adalah Kebanggaan

         Sebagai seorang perempuan yang pernah menjalani pernikahan selama 20 tahun, dan kini sebagai seorang ibu dari dua anak yang satu menjelang dewasa dan satu lagi usia remaja, dan cukup kenyang dengan asam garam pernikahan, salah satu kebanggaan yang saya rasakan adalah bisa memasak walau hanya masakan-masakan sederhana untuk keluarga tercinta. Seorang perempuan akan sangat bahagia jika hasil masakannya dilahap dengan penuh semangat oleh suami dan anak-anaknya tercinta, kemudian mereka melontarkan ucapan,       “Masakan Bunda, enaaaaak banget.” Atau ucapan semacam ini,        “Bun, nanti bikin lagi ya makanan seperti ini.”             Receh sangat, tapi itu begitu berarti dan menjadi penyemangat seorang ratu rumah tangga untuk terus menyiapkan berbagai hidangan sehari-hari yang dibutuhkan keluarganya.        Setiap keluarga biasanya memiliki masakan a...

Bumbu Siap Pakai

Mak, sering gak sih males masak? Kalau saya sih iya banget. Males ngebayangin harus ngulek bumbu-bumbunya, kebayang deh segala jenis bumbu harus diulek halus pake cobek. Mana berat lagi ya ngangkat-ngangkat cobeknya, trus tangan bakal pegel banget ngulek bumbu sampe halus. Udah gitu, kalau masaknya beberapa jenis, harus berapa kali tuh ngulek bumbunya? Duuuhh, males banget deh… Etapi, saya punya trik khusus nih supaya masak bisa jadi lebih menyenangkan. Warisan dari ibunda tercinta, gak ribet dan cepat prosesnya. Saya pake bumbu siap pakai. Bukan bumbu instan yang dalam kemasan sachet lhoo…tapi asli bikin sendiri. Bumbu-bumbu itu bisa dipake berminggu-minggu walau tanpa pengawet. Karena saya simpan di kulkas, dan tiap mau masak gak perlu lagi ngulek-ngulek pake cobek. Hanya saja, kita butuh waktu untuk menghaluskan bumbu-bumbu di bawah ini, tetapi … itu untuk persediaan berminggu-minggu, kan? Bumbu apa aja tuh yang biasa saya bikin? Bumbu-bumbu dasar saja, yang pastinya hampi...

Rahasia Kulit Wajah Sehat dan Glowing

Mohon maaf nih yaa bukannya saya kepedean atau narsis banget, tapi ini sih nyampein realita saja, hehe. Banyak yang tertipu kalau sudah ketemu saya, dikiranya saya masih muda aja, padahal mah…emang masih muda siih, uhuuk…haha. Jadi gini pemirsah … Muka saya itu memang muka penipu. Upsss … maksudnya, banyak yang mengira usia saya masih di bawah 40 tahun, haha asiiik deh. Mau tahu usia saya berapa? 48 tahun yesss. Jelita banget, kan? Nah, kenapa muka saya sampai jadi “penipu” gitu? Yaaa, gak tau saya juga. Bisa jadi karena faktor keturunan (Mama saya juga dulu awet muda sih), keberuntungan, kebetulan, atau karena perawatan. Yang jelas, poin terakhir itu yang saya lakukan sejak usia SMA. Tahun 2017 saya pernah menerbitkan buku dengan judul Jangan Jadi Muslimah Dekil, di buku itu saya tulis pengalaman saya melakukan perawatan diri sejak gadis. Saya ulas juga bagaimana seharusnya seorang muslimah WAJIB melakukan perawatan agar TIDAK DEKIL. Bagi sebagian besar wanita, khususn...

Penulis Bukan Hanya Menulis Buku

Menulis bukanlah pekerjaan yang sulit, setiap orang pasti bisa menulis. Minimal menulis status di akun sosmednya. Ada yang dijadikan profesi, banyak juga yang hanya sekadar hobi. Saat ini semakin banyak penulis yang bermunculan. Baik penulis fiksi maupun nonfiksi, jika kamu masih sebagai penulis pemula, jangan khawatir lama-lama akan menjadi penulis profesional jika sabar dan terus mau belajar. Begitu memproklamirkan diri sebagai penulis walaupun masih amatir, pasti akan banyak respon dari orang-orang sekitar kita , misalnya : “Sudah menerbitkan berapa buku?” “Boleh dong minta bukunya, gratis ya?” Pernah kan kamu mendapat berondongan pertanyaan seperti itu? Yang bisa kita lakukan pasti hanya tersenyum kecut, jika kita belum pernah menerbitkan buku dan itu akan membuat nyali ciut. Sumber gambar: Pixabay.com        Jangan patah semangat karena belum pernah menerbitkan buku, ada banyak lahan garapan  sebagai penulis. Penulis itu bukan hanya...

Reward untuk Anak

Sumber gambar: Pixabay.com Membiasakan anak untuk membantu mengerjakan urusan domestik di rumah tentu bukanlah hal yang mudah. Misalnya, menyapu, membersihkan kaca, ngepel lantai, merapikan tempat tidur, merapikan mainannya, dan lain sebagainya. Apalagi jika di rumah terbiasa ada asisiten rumah tangga, akan membuat si anak selalu nyaman dilayani. Jika kita sebagai orangtua terbiasa melakukan perintah dengan kata-kata suruhan apalagi disertai teriakan, maka jangan heran jika anak bukannya akan segera melaksanakan perintah, malah akan semakin lari dari tanggung jawab. Padahal pekerjaan yang harus mereka lakukan cukup mudah, tetapi jika tidak dibiasakan sejak dini, anak tidak akan trampil dan sulit untuk mandiri. Banyak orangtua yang mengambil jalan pintas dengan selalu memberi reward pada anak agar mereka mau mengerjakan perintah si orang tua. Perlu diingat, melatih anak untuk disiplin atau melakukan tugas sehari-hari harus diperhatikan tingkatan usianya. Reward memang perlu ...

Meniru Gila Baca Para Ulama

Membaca adalah hal wajib bagi setiap manusia, sebegitu wajibnya sampai wahyu pertama yang Allah turunkan pada Rasulullah adalah perintah membaca. Membaca bisa dalam arti luas, baca buku, baca lingkungan, baca peluang dan baca kondisi. Tetapi tentu saja hal yang paling utama adalah membaca buku, karena buku adalah gudang ilmu dan jendela dunia. Para ulama zaman dahulu adalah orang-orang yang gila baca. Mereka tak rela jika hari-harinya tak dilewatkan dengan membaca, dengan membaca pula ketajaman berpikir mereka semakin luar biasa. Itu sebabnya, para ulama tersebut pandai pula dalam menulis kitab, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk diwariskan pada generasi mendatang.Termasuk kita sebagai pengguna kitab-kitab hasil karya para ulama tersebut dalam kajian-kajian di majelis atau pesantren. Berikut beberapa kisah para ulama yang dikutip dari buku Gila Baca ala Ulama, ditulis oleh Ali Bin Muhammad Al-Imran: 1. Ibnul Jauzi Membaca 200.000 jilid buku. Saat membahas membaca buku Ibnu...

4 Cara Mudah Merawat Hijab Sesuai Jenisnya

Beraneka ragamnya jenis hijab yang kita miliki sekarang ini, diperlukan pengetahuan untuk merawatnya supaya awet dan tetap cemerlang warnanya. Bahan yang digunakan untuk hijab pun sangat beraneka ragam. Dari mulai yang tipis, tebal, licin dan sebagainya. Setiap jenis kain yang digunakan untuk hijab tentu beda dalam perawatannya. Perawatan disini dalam arti cara pencucian, menjemur dan menyeterika. Duuuhh ... kok kayaknya repot banget ya ngurusin hijab saja, ngabisin waktu. Sumber gambar: Google              Siapa bilang ngabisin waktu? Enggak juga. Mencuci pakaian memang butuh waktu, apalagi jika bahannya memang butuh perawatan khusus supaya tidak cepat rusak. Sebelum kita melakukan perawatan hijab ada baiknya mengenal dulu jenis-jenis hijab yang banyak digunakan saat ini: 1. Hijab Paris Segiempat Hijab paling favorit saat ini, selain praktis sangat nyaman dipakai. Bahannya tipis berasal dari jenis katun se...

Berhijab pun Bisa Tetap Modis dan Syar'i

Dulu sekitar antara tahun 1985-1990an jilbab, hijab masih terbilang barang langka. Wanita berhijab masih dipandang sebelah mata bahkan mungkin banyak yang beranggapan aneh, apalagi jika yang memakai hijabnya itu wanita muda dan masih single. Mencari hijab yang bagus dan perlengkapannya saat itu seperti dalaman hijab (ciput), gamis dan lain sebagainya bukanlah perkara yang mudah karena belum ada yang menjualnya di pasaran. Bersyukurlah para muslimah yang mengenakan hijab di era sekarang ini, apa yang kita cari untuk mendukung kita berhijab sangat mudah ditemukan. Hijab mau model apapun ada, hijab mau warna apapun banyak. Gamis mau model apapun tinggal pilih dan beli, yang penting...duitnya selalu siap di dompet kita. Sumber gambar: Unsplash.com Banyaknya model busana muslimah yang begitu beragam bukan berarti semuanya memenuhi kaidah syar’i. Harus kita pilah pilih mana busana muslimah yang sudah memenuhi kaidah syar’i, yaitu : tidak tipis, tidak menerawang dan tidak membentu...